2010

LAPORAN
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT

MEMBUAT TANAMAN CEPAT BERBUAH

OLEH :

Ir. Sartono Joko Santosa, M. P.

FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SLAMET RIYADI SURAKARTA
2010
———————————————————————————
Pengabdian Kepada Masyarakat ini dilaksanakan atas biaya Universitas Slamet Riyadi Surakarta Tahun Anggaran 2009/2010

KATA PENGANTAR

Atas berkat Tuhan Yang Maha Esa dan atas bimbinganNya maka penulis telah dapat menyelesaikan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat sampai dengan tersusunnya laporan ini.
Laporan Pengabdian kepada Masyarakat ini berjudul Membuat Tanaman Cepat Berbuah dilaksanakan setelah mengadakan kegiatan Penyuluhan kepada Masyarakat di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar melalui ceramah dan tanya jawab serta pemberian bibit mangga dan rambutan.
Dalam pelaksanaan Pengabdian ini mulai dari persiapan pembuatan makalah, pelaksanaan penyuluhan sampai pada pembuatan laporan ini, penulis banyak mendapat bantuan dari beberapa pihak, maka pada kesempatan ini penulis sampaikan terima kasih kepada :
1. Rektor Universitas Slamet Riyadi Surakarta yang telah memberikan kesempatan dalam kegiatan ini
2. Bapak kepala Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk memberikan penyuluhan di desanya.
3. Rekan dosen Fakultas Pertanian UNISRI yang telah bersama-sama bekerja sama dalam penyuluhan dan pemberian bantuan bibit mangga dan rambutan untuk Desa Klodran.
Sebagai manusia biasa, tidak lepas dari segala kekhilafan, maka saran dan kritik yang membangun penulis terima dengan senang hati. Dan akhirnya semoga laporan ini berguna bagi diri saya sendiri maupun bagi pihak yang memerlukannya.

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………. i
DAFTAR ISI ………………………………………………………………….. ii
RINGKASAN ………………………………………………………………… iii
LATAR BELAKANG…………………………………………………………………. 1
TINJAUAN PUSTAKA………………………………………………………………. 2
MASALAH ………………………………………………………………….. 3
TUJUAN …………………………………………………………………… 3
MANFAAT …………………………………………………………………… 4
PENDEKATAN ………………………………………………………………….. 4
SASARAN …………………………………………………………………… 4
PELAKSANAAN …………………………………………………………………… 4
HASIL …………………………………………………………………… 5
ANALISIS ………………………………………………………………….. 5
MAKALAH ………………………………………………………………….. 6
LAMPIRAN

ii

RINGKASAN

Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar pada tanggal 17 April 2010. Adapun sasaran dari Pengabdian ini adalah para pemilik pekarangan yang lahannya ditanami tanaman buah-buahan , dengan metode yang digunakan yaitu ceramah dan tanya jawab.
Tujuan yang hendak dicapai dalam Pengabdian ini yaitu untuk memberikan pengertian dan penjelasan agar para pemilik tanaman buah-buahan memperhatikan cara-cara pemeliharaan tanamannya, agar dapat memberikan hasil dan selalu dapat berbuah seperti yang diharapkannya.
Manfaat yang diharapkan dari kegiatan ini yaitu agar para pemilik tanaman buah-buahan dapat mengambil manfaat yang sebesar besarnya lewat informasi yang diberikan, sehingga masyarakat yang bersangkutan akan lebih memahami bila menghadapi problem tentang tanaman buah- buahannya belum menghasilkan seperti harapannya.
Hasil dari kegiatan ini yaitu para pemilik tanaman buah-buahan menjadi semakin tahu tentang bagaimana mengembangkan tanaman buah buahan sebagai tanaman pekarangan, sehingga hasilnya dapat dipergunakan untuk keperluan konsumsi keluarga bahkan kalau mungkin untuk usaha komersial.

iii

LATAR BELAKANG

Akhir-akhir ini semakin jarang dijumpai orang yang menanam tanaman buah
buahan di pekarangan rumahnya. Pada umumnya pekarangan dipenuhi oleh semarak
nya tanaman hias yang cantik berwarna-warni. Tetapi di sudut lain, sebenarnya tanam
an buah-buahan dapat menimbulkan rasa bangga dan kepuasan tersendiri bagi kita,
karena bisa menyediakan buah-buah segar sebagai pencuci mulut dari hasil pekarang
annya sendiri. Apalagi dengan adanya sifat buah yang perishable, yaitu mudah rusak
dan membusuk bila disimpan terlalu lama pada suhu kamar. Di samping itu, tanaman
ini bisa juga berfungsi sebagai tanaman hias.
Yang menjadi masalah kalau kita menanam tanaman buah-buahan adalah apabila
tanaman buah-buahan yang telah kita tanam itu dirawat dan dipelihara sebaik-baik
nya tetapi tidak segera menghasilkan buah. Betapa kecewa rasanya. Tetapi hal ini
sebenarnya bukanlah masalah. Tanaman yang lama tidak berbuah bisa segera berbu
ah bila kita memberi perlakuan-perlakuan khusus untuk merangsang pembungaan.
Bahkan perlakuan-perlakuan tersebut bisa juga digunakan untuk mempercepat tanam
an berbuah walaupun batas umur pembuahan masih beberapa hari lagi.
Desa Baturan merupakan salah satu desa di Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang banyak lahan pekarangannya belum dimanfaatkan secara maksimal. Selain di desa tersebut lahan pekarangannya banyak ditanami tanaman hias, ada pula yang ditanami tanaman buah-buahan tetapi hanya dibiarkan tanpa adanya perawatan Untuk itu perlu adanya ceramah atau penyuluhan tentang budidaya tanaman buah-buahan agar tanamannya cepat berbuah.

1

TINJAUAN PUSTAKA

Untuk menutupi kekurangan konsumsi buah-buahan per kapita, alangkah baiknya
bila kita bisa mencukupi dari hasil pekarangan sendiri. Walaupun berbagai jenis buah
sudah bisa kita beli dengan mudah, tetapi tentunya kita akan lebih puas dan bangga,
bila buah yang kita sediakan untuk seluruh keluarga merupakan buah-buah segar yang
kita ambil dari pekarangan sendiri. Pekarangan yang sempit bukanlah alasan untuk
tidak menanam tanaman buah buahan.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, secara umum tanaman mengalami
dua fase yaitu fase vegetatif dan fase reproduktif. Walaupun berbeda tetapi kedua fase
itu tetap jalan bersama, artinya tanaman yang sedang menjalani fase vegetatif
sebenarnya juga melakukan kegiatan reproduktif meskipun sedikit, demikian
sebaliknya. Suatu tanaman disebut sedang mengalami fase vegetatif atau reproduktif
tergantung pada dominasi salah satu fase. Apabila fase vegetatif lebih dominan dari
pada fase reproduktif berarti tanaman berada pada fase vegetatif. Sebaliknya bila fase
reproduktif lebih dominan dibanding fase vegetatif, berarti tanaman sedang
mengalami fase reproduktif.
Fase vegetatif merupakan fase pertumbuhan yang menggunakan
sebagian besar karbohidrad yang dibentuk dari proses fotosintesis. Fase ini terutama
terjadi pada perkembangan akar, batang, cabang-cabang dan daun-daun. Sedangkan
fase reproduktif merupakan fase pertumbuhan yang menimbun sebagian besar
karbohidrad yang dihasilkan tanaman. Karbohidrad ini digunakan untuk pembentukan
bunga, biji dan pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan (cadangan)
makanan.

2

MASALAH

Sudah sejak lama tanaman buah-buahan di tanam di pekarangan, hanya saja akhir akhir ini keadaan seperti itu sudah jarang sekali dijumpai. Walaupun demikian ternyata masih banyak juga keluarga yang memiliki tanaman buah-buahan di pekarangan, baik di halaman depan, samping, belakang atau kebunnya. Tetapi sayang para pemilik tanaman buah-buahan itu sering menjadi kesal karena buah yang dinanti nantikan tidak pernah kunjung muncul.
Keadaan ini sebenarnya dapat diubah, karena potensi lahan pekarangan sebenarnya melebihi potensi dari lahan sawah ataupun tegal. Hal ini dapat dilakukan dengan mengusahakan tanaman cepat berbunga, sehingga lahan pekarangan dapat memberi tambahan penghasilan keluarga dan gizi keluarga. Untuk itu perlu dorongan dan penyuluhan yang lebih intensif.

TUJUAN

Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini bertujuan :
1. Memberikan pengertian dan penjelasan agar para pemilik tanaman buah-
Buahan memperhatikan cara-cara pemeliharaan tanamannya, agar dapat memberikan hasiL dan selalu dapat berbuah seperti yang diharapkannya
2. Dapat mendorong masarakat untuk mengembangkan tanaman buah-buahan
sebagai tanaman pekarangan.

3
MANFAAT

Manfaat yang diharapkan dari kegiatan Pengabdian pada Masyarakat ini yaitu
Agar pemilik tanaman buah-buahan dapat mengambil manfaat yang sebesar-besarnya
lewat informasi yang diberikan, sehingga masyarakat yang bersangkutan akan lebih
memahami bila menghadapi problem tentang tanaman buah-buahannya yang tidak
dapat menghasilkan seperti harapannya.

PENDEKATAN
Bentuk kegiatan pengabdian pada masyarakat ini penyuluhan dengan metode
ceramah dan tanya jawab serta pemberian bibit mangga dan rambutan
.

SASARAN
Sasaran yang dicapai yaitu masyarakat Desa Baturan, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, yang mempunyai lahan pekarangan luas dan ditanami buah-buahan.

PELAKSANAAN
Pengabdian pada masyarakat ini dilaksanakan oleh Ir. Sartono Joko Santosa
Dosen Fakultas Pertanian UNISRI pada tanggal 17 April 2010 di Balai Desa Klodran, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar

4

HASIL

Hasil yang diperoleh dari Pengabdian kepada Masyarakat ini yaitu peserta sangat respon terhadap penyuluhan yang dilaksanakan maupun penjelasannya. Kesimpulan ini bisa kami ambil berdasarkan respon bertanya dan berdialog setelah ceramah selesai. Hal ini terlihat pada wajah-wajah gembira ketika mendapatkan bantuan berupa bibit tanaman mangga dan rambutan.

ANALISIS

Sebagai jalinan kerjasama yang baik antara Fakultas Pertanian UNISRI sebagai Lembaga Ilmiah dengan Masyarakat desa Klodran, kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, maka Penyuluhan ini diarahkan untuk dapat dipahami benar-benar oleh masyarakat setempat, sehingga masih diperlukan waktu untuk pengamatan dan tukar informasi agar cara-cara yang disuluhkan sebelumnya dapat diterapkan..
Sebagai faktor pendorong antara lain adalah usia peserta ceramah dan tokoh-tokoh masyarakat yang hadir relatif masih muda, maka kemauan dan kemampuan mereka untuk berkembang cukup besar bagi kemajuan. Sebagai faktor penghambat khususnya di dalam pemahaman penggunaan hormon pertumbuhan, karena mereka beranggapan tidak seimbangnya biaya yang dipergunakan dengan hasil yang didapat.

5

MEMBUAT TANAMAN CEPAT BERBUAH

Makalah untuk Pengabdian Pada Masyarakat
Oleh : Ir. Sartono Joko Santosa, MP
Dosen Fakultas Pertanian UNISRI

PENDAHULUAN
Untuk menutupi kekurangan konsumsi buah-buahan per kapita, alangkah baiknya bila kita bisa mencukupi dari hasil pekarangan sendiri. Walaupun berbagai jenis buah sudah bisa kita beli dengan mudah, tetapi tentunya kita akan lebih puas dan bangga, bila buah yang kita sediakan untuk seluruh keluarga merupakan buah-buah segar yang kita ambil dari pekarangan sendiri. Pekarangan yang sempit bukanlah alasan untuk tidak menanam tanaman buah buahan.
Dalam pertumbuhan dan perkembangannya, secara umum tanaman mengalami dua fase yaitu fase vegetatif dan fase reproduktif. Walaupun berbeda tetapi kedua fase itu tetap jalan bersama, artinya tanaman yang sedang menjalani fase vegetatif sebenarnya juga melakukan kegiatan reproduktif meskipun sedikit, demikian sebaliknya. Suatu tanaman disebut sedang mengalami fase vegetatif atau reproduktif tergantung pada dominasi salah satu fase. Apabila fase vegetatif lebih dominan dari pada fase reproduktif berarti tanaman berada pada fase vegetatif. Sebaliknya bila fase reproduktif lebih dominan dibanding fase vegetatif, berarti tanaman sedang mengalami fase reproduktif.
Fase vegetatif merupakan fase pertumbuhan yang menggunakan sebagian besar karbohidrad yang dibentuk dari proses fotosintesis. Fase ini terutama terjadi pada perkembangan akar, batang, cabang-cabang dan daun-daun. Sedangkan fase reproduktif merupakan fase pertumbuhan yang menimbun sebagian besar karbohidrad yang dihasilkan tanaman. Karbohidrad ini digunakan untuk pembentukan bunga, biji dan pembesaran dan pendewasaan struktur penyimpanan (cadangan) makanan.

BIBIT TANAMAN
Bibit tanaman buah umumnya bisa diperoleh dengan dua cara yaitu secara vegetatif dan secara generatif. Kedua cara tersebut dibedakan berdasarkan bagian tanaman yang digunakan untuk memperoleh tanaman baru. Bibit tanaman yang diperbanyak dengan cara generatif berasal dari biji yang dibenihkan. Tetapi perbanyakan dengan cara demikian sebaiknya tidak dilakukan karena mempunyai beberapa kelemahan. Bibit tanaman kelak akan menghasilkan buah dalam jangka waktu yang sangat lama. Disamping itu ada kemungkinan tanaman akan menghasilkan buah yang sifatnya menyimpang dari tanaman induk akibat adanya sifat biji yang mudah sekali bersegregasi. Cara ini boleh dilakukan apabila perbanyakan tanaman hanya bisa dilakukan dengan cara generatif, seperti misalnya pepaya, semangka, kelapa, serta apabila kita ingin memperoleh batang bawah untuk perbanyakan tanaman dengan teknik okulasi maupun penyambungan. Itupun harus dipilih dari bibit yang berumur genjah dan bersifat unggul.
Sedangkan bibit tanaman yang diperoleh secara vegetatif berasal dari bagian tanaman yang bukan biji, misalnya akar, cabang, daun, bagian sel yang tidak dibuahi, dsb. Umumnya semua tanaman buah yang berupa semak atau herba dan pohon berkulit keras dapat diperbanyak dengan cara vegetatif. Keistimewaan perbanyakan secara vegetatif ini adalah kecepatan tanaman untuk menghasilkan buah, karena masa pertumbuhan tanaman lebih pendek dibanding dari tanaman yangg berasal dari bibit generatif. Selain itu hasil buahnya identik dengan sifat-sifat ungggul tanaman induknya. Dengan demikian sifat unggul tanaman induk akan dapat dipertahankan sampai keturunan berikutnya.
Ada beberapa teknik yang biasa digunakan dalam perbanyakan secara vegetatif, yaitu teknik stek, cangkok, rundukan, tunas/anakan, dsb. Teknik lain yang bisa digunakan adalah teknik kombinasi generatif dan vegetatif yang biasa disebut okulasi (penempelan), sambungan (enten). Selain mempercepat tanaman berbuah, cara ini dapat juga meningkatkan keunggulan sifat tanaman induk. Cara-cara ini dikenal juga dengan istilah hibridisasi vegetatif.

CARA PENANAMAN.
Yang dimaksud cara penanaman disini bukanlah teknik dan cara-cara bertanam, melainkan cara penanaman yang dapat mempengaruhi cepat lambatnya tanaman menghasilkan buah.
Menanam tanaman buah-buahan di pekarangan atau kebun memerlukan areal khusus, paling tidak harus cukup luas, sebab akan memungkinkan bibit tanaman tumbuh dan berkembang secara maksimum. Akar, batang dan cabang serta daun-daunnya terus dapat tumbuh sehingga fase vegetatif tanaman berlangsung dalam waktu yang lama dan panjang.
Selain itu perawatan dan pemeliharaan yang kita berikan untuk tanamab buah-buahan yang kita tanam perlu diperhatikan. Tahap pemupukan biasanya dilakukan dalam jangka waktu yang panjang. Hal ini berdasarkan pertimbangan masih adanya faktor-faktor lain yang mampu menyediakan unsur-unsur hara secara alami, misalnya dari air hujan dan dekomposisi bahan-bahan organik.
Pada sebagian besar tanaman buah-buahan, pemangkasan merupakan salah satu perlakuan penting yang harus diberikan untuk merangsang terbentuknya buah. Pemangkasan yang kita lakukan terhadap tanaman buah-buahan biasanya agak sulit dilakukan karena keadaan pohon yanmg rimbun dan tinggi, hal ini menyebabkan jarang dilakukan pemangkasan, sehingga menyebabkan tanaman tidak segera berbuah.

PENGATURAN C/N RATIO UNTUK MEMPERCEPAT TANAMAN BERBUAH
Tanaman yang sudah saatnya berbuah tetapi belum juga muncul buahnya, akan bisa segera berbuah dengan jalan mengatur keseimbangan C/N ratio dalam tanaman tersebut. C/N ratio ini mempengaruhi fase vegetatif dan fase reproduktif dalam tanaman. C adalah jumlah karbohidrad dalam daun dan N adalah jumlah nitrogennya. C/N ratio yang tinggi dapat sangat diperlukan untuk pembentukan bunga dan buah. Dengan C/N ratio yang tinggi maka akan terjadilah penumpukan karbohidrad yang akhirnya akan terbentuklah bunga dan buah. C/N ratio ini dapat diatur dengan cara : pemangkasan, pelilitan/pencincinan/pengikatan, pelukaan batang- akar atau umbi, pemotesan ujung tunas cabang.

1. PEMANGKASAN
Pemangkasan bisa dibedakan menjadi tiga yaitu pemangkasan ringan, sedang dan berat. Pemangkasan ringan yaitu pemangkasan yang dilakukan dengan tujuan untuk membuang ranting-ranting yang tidak produktif. Biasanya dilakukan pada tanaman buah supaya tunas-tunas produktif lebih dapat menghasilkan buah. Pemangkasan sedang biasanya dilakukan pada tanaman anggur, apel, je ruk yaitu pemangkasan cabang-cabang yang rusak dan ujung-ujung cabang agar lebih cepat berbuah. Pemangkasan berat biasa dilakukan dengan tujuan untuk meremajakan tanaman yng sudah tua, hingga buahnya bisa menjadi lebat kembali. Selain itu pemangkasan berat bisa juga untuk memperpendek tanaman buah-buahan hingga memudahkan kita untuk memanen hasilnya.
Untuk melakukan pemangkasan harus memperhatikan kondisi lingkungan dan kondisi tanaman itu sendiri. Terutama untuk pemangkasan berat, sebaiknya dilakukan pada akhir musim kemarau atau awal musim penghujan, sebab suhu udaranya waktu itu tidak terlalu tinggi, sehingga penguapan cairan dalam tganaman pun tidak terlalu tinggi, sehingga tunas-tunas baru akan lebih cepat tuimbuh. Untuk lebih amannya dari serangan hama dan penyebab penyakit pada bekas luka pemangkasan dipoles dengan cat, tir atau parafin.
2. PELILITAN / PENCINCINAN / PENGIKATAN
Melilit pohon merupakan suatu cara tradisionil, tujuannya untuk mempercepat proses pembuahan. Dahulu kita tidak mengerti mengapa dengan diikat demikian tak lama kemudian pohon berbunga dan berbuah. Memang dengan melilit batang tanaman, pengangkutan karbihidrad hasil fotosintesis ke bagian akar menjadi terhambat dan akhirnya terjadilah timbunan-timbunan zat makanan yang kemudian akan merangsang timbulnya pembungaan dan pembuahan.
Bagian tanaman yang dililit bisa pada batang primernya maupun pada batang sekundernya. Alat yang digunakan untuk melilit biasanya adalah kawat, Kawat ini dililitkan pada batang kencang sekali. Setelah tanaman buah-buahan tersebut berbunga atau setelah bakal-bakal buahnya bermunculan barulah lilitan dilepas.
3. PELUKAAN BATANG, AKAR ATAU UMBI
Pelukaan merupakan cara yang sudah lama, namun bila tidak hati-hati melakukannya tanaman akan mati. Mengapa dengan cara dilukai tanaman malah menjadi cepat ber buah ?. Dengan pelukaan, pengangkutan hasil fotosuntesis ke bagian akar menjadi terganggu. Sehingga terjadilah pemusatan zat-zat makanan ke cabang-cabang daun dedaunan. Pemusatan ini akan mendorong proses pembungaan untuk lebih cepat terjadi, yang kemudian diikuti dengan proses pembuahan.
Pelukaan ini bisa dilakukan pada pangkal batang yang disebut penyunatan, bisa pada batang yang disebut pencacahan. Untuk pelukaan pada akar/ umbi jarang dilakukan sebab terlalu riskan. Bila pelukaan pada akar/ umbi jangan lupa diolesi dengan parafin, cat tau tir untuk menghindari infeksi jamur dan sebagainya. Ada pula dengan cara pengerokan kulit batang pohon. Biasanya cara ini digunakan untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan pada tanaman lengkeng. Pengerokan ini dilakukan setelah pemangkasan.
4. PEMOTESAN UJUNG TUNAS CABANG (PINCHING)
Dalam pemotesan ini dengan cara memangkas ujung-ujung tunas, sehingga pertumbuhan memanjang dari cabang-cabang dapat dihambat. Dengan demikian zat-zat hara yang digunakan untuk membentuk tunas-tunas cabang bisa ditimbun untuk pembentukan buah. Pemotesan bisa menggunakan gunting pangkas.

PEMUPUKAN
Pemupukan untuk merangsang tanaman agar cepat berbuah, akhir-akhir ini banyak menggunakan pupuk daun. Pupuk daun adalah pupuk yang diberikan kepada tanaman melalui penyemprotan pada daun. Pemberian pupuk lewat daun ini mempunyai kelebihan yaitu unsur hara lebih cepat terserap sehingga tidak mengalami fiksasi (khususnya pupuk N yang mudah terfiksasi) hasilnya lebih bisa cepat dilihat dengan munculnya tunas-tunas baru ataupun kuncup bunga.
Pupuk daun yang cocok untuk merangsang tanaman agar cepat berbuah adalah pupuk daun yang kandungan unsur P nya tinggi. Seperti kita ketahui pupuk P bermanfaat untuk mempercepat pembungaan dan pembuahan. Menyemprotnya memerlukan teknik khusus. Untuk itulah kita harus tahu cara-cara penyemprotannya serta alat yang cocok digunakannya. Pemberian pupuk daun harus sesuai benar dengan anjuran, dilihat benar-benar aturan penggunaanya seperti dalam label anjuran. Bila tidak ada aturannya, cukup disemprot sampai semua daunnya basah saja. Interfal pemakaian biasanya dilakukan 7 – 10 hari sekali.
Yang penting, penyemprotan dilakukan terhadap sisi permukaan bawah daun, sebab ditempat inilah penyerapan yang paling efektif pada daun, karena tempat stomata-stomata yang berp-eranan dalam penyerapan zat hara.
Ada satu hal yang perlu diingat dalam penyemprotan pupuk daun ini yaitu jangan sampai bersamaan dengan penyemprotan insektisida berperekat. Sebab akan mengganggu proses penyerapan oleh daun. Pupuk daun akan menjadi lengket dengan daun dan karena sifatnya yang higroskopis, air dalam daun bisa terserap keluar dan akhirnya daun menjadi hangus karenanya.
Ada beberapa macam pupuk daun yang digunakan untuk pembungaaan dan pembuahan yaitu BASF Foliar B, Gandasil A, Hyponex Biru, Molyfert, Shell Foliar B, Spacial B, Top Foliar A, Fitabloom Special Biru, Vitalik P, dan lain-lain.

PENGAIRAN
Air mempunyai manfaat yang sangat besar terhadap tanaman. Manfaat air antara lain sebagai pelarut untuk memudahkan zat hara dalam tanah diangkut, mempertahankan tekanan turgor dalam transpirasi dam pertumbuhan tanaman, sebagai zat hara untuk pertumbuhan tanaman.
Kekurangan air pada tanaman bisa menimbulkan hal yang fatal. Tanaman menjadi layu dan lama kelamaan akan mati. Bisa pula menimbulkan gugurnya bunga dan gagalnya perkembangan bakal buah menjadi buah. Kelebihan air pun bisa fatal, akar menjadi busuk dan tanaman bisa mati karenanya. Untuk itu dalam pengairan harus hati-hati, jangan sampai terlalu banyak dan jangan sampai kurang.
Pengairan ini sangat diperlukan untuk meningkatkan produktivitasnya, pengairan bisa merangsang pertumbuhan dan perkembangan bunga serta buah. Pada tanaman buah-buahan tertentu bahkan perlu penggenangan pada saat kemarau untuk merangsang timbulnya bunga.

PEMBERIAN HORMON
Hormon adalah zat yang berfungsi sebagai pengatur yangdapat mempengaruhi jaringan-jaringan berbagai organ maupun sistim organ tanaman. Untuk memperoleh tanaman agar cepat berbuah, dapat diberikan hormon yang dapat merangsang pertumbuhan dan pembentukan bunga dan buah, sehinghga selain pertumbuhan bunga dan buah lebih cepat, akan diperoleh hasil yang banyak. Ada pula hormon yang bisa menyebabkan buah lebih serempak dan menjaga buah agar lebih bagus.
Secara umum penggunaan hormon dengan cara menyemprotkannya pada tanaman, ada pula yang dibasahkan pada akar tanaman, dengan penyuntikan (penginfusan) pada batang tanaman. Disamping mempercepat tanaman berbuah, juga bisa untuk meningkatkan kualitas buah dalam ukuran buah. Cara penggunaan hormon harus tepat yaitu digunakan pada saat pertumbuhan vegetatifnya sudah maksimum. Dosis yang digunakan harus sesuai anjuran yang terdapat pada labelnya.
Beberapa zat pengatur tumbuh yang banyak dipakai untuk keperluan tanaman cepat berbuah anta lain Atonik, Darmasri 5 EC, Ethrel 40 PGR, Florita, Gibberelin, Hidrasil, Kalsium Karbit, Mixtalol, Sitosim dan lain sebagainya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s